Dinamika Interaksi Keluarga dengan Anak Gangguan Pendengaran di Kabupaten Badung, Bali
DOI:
https://doi.org/10.64924/e0jdg228Kata Kunci:
Anak gangguan pendengaran, Dinamika keluarga, Interaksi sosial, Kabupaten Badung Bali, Komunikasi keluargaAbstrak
Gangguan pendengaran pada anak mempengaruhi pola komunikasi, hubungan emosional, dan interaksi sosial dalam keluarga. Kondisi tersebut menuntut keluarga untuk melakukan penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari agar proses komunikasi tetap berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika interaksi keluarga dengan anak gangguan pendengaran di Kabupaten Badung- Bali, serta memahami bentuk penyesuaian sosial yang dilakukan keluarga dalam mendukung perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, serta refleksi pengalaman peneliti sebagai orang tua anak gangguan pendengaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga mengalami perubahan pola komunikasi, pembagian peran sosial, dan proses adaptasi emosional sejak awal diagnosis gangguan pendengaran. Hambatan komunikasi pada tahap awal menyebabkan kesalahpahaman, tekanan psikologis, dan perubahan hubungan sosial dalam keluarga. Akan tetapi, dukungan keluarga, penggunaan komunikasi visual, terapi pendengaran, serta pemanfaatan teknologi pendengaran seperti alat bantu dengar dan implan koklea mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan keluarga, akses pendidikan inklusif, dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap anak gangguan pendengaran agar tercipta lingkungan sosial yang lebih inklusif.
Referensi
Ahmadi, A. (2015). Psikologi sosial. Rineka Cipta.
Desiningrum, D. R. (2017). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Psikosain.
Estabrooks, W. (2006). Auditory-verbal therapy and practice. Alexander Graham Bell Association for the Deaf and Hard of Hearing.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2017). Psikologi perkembangan anak dan remaja. BPK Gunung Mulia.
Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2019). Exceptional learners: An introduction to special education (14th ed.). Pearson Education.
Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi. Jurnal At-Taqaddum, 8(1), 21–46.
Hernawati, T. (2017). Pengembangan kemampuan bahasa dan komunikasi anak tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus, 13(1), 1–12.
Hurlock, E. B. (2015). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Profil anak penyandang disabilitas di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Ling, D. (2002). Speech and the hearing-impaired child: Theory and practice (6th ed.). Alexander Graham Bell Association for the Deaf and Hard of Hearing.
Marschark, M., & Spencer, P. E. (2016). Educating deaf learners: Creating a global evidence base. Oxford University Press.
Mas'udah, S. (2023). Sosiologi keluarga. UB Press.
Mesra, R., & Winoto, Y. (2024). Lingkungan sosial dan perkembangan interaksi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 9(1), 22–35.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moeller, M. P., & Tomblin, J. B. (2015). Hearing aid and cochlear implant use in children with hearing loss. Pediatrics, 136(4), 1–9.
Rahmita, D., & Aesthetika, N. M. (2022). Komunikasi interpersonal dalam keluarga penyandang tunarungu. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(2), 77–89.
Santrock, J. W. (2017). Psikologi perkembangan (Edisi ke-11). Erlangga.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suryani, L. (2019). Peran keluarga dalam mendukung anak tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(2), 90–101.
Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 COMTE: Journal of Sociology Research and Education

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





