Pemaknaan Keterlibatan Ayah oleh Anak Dewasa dari Keluarga Broken Home
DOI:
https://doi.org/10.64924/ar2ktv96Kata Kunci:
Anak Dewasa, Keluarga Broken Home, Pemaknaan, Peran AyahAbstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana anak dewasa memahami peran ayah mereka yang tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh. Lonjakan angka perceraian di Indonesia menciptakan berbagai masalah psikologis, terutama dalam hubungan antara anak dan ayah. Kehilangan sosok ayah baik secara fisik maupun emosional sering kali memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan identitas dan kestabilan emosional anak saat mereka dewasa. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi diterapkan, melibatkan beberapa informan yang telah mengalami kehidupan dalam keluarga yang tidak utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan terhadap peran ayah sangat beragam. Beberapa informan melihat ayah sebagai individu yang tidak berhasil dalam menjalankan tanggung jawab emosional dan finansial, sementara yang lainnya beranggapan bahwa ayah tetap memberikan kontribusi penting sebagai sumber nilai, ketekunan, dan tujuan hidup meskipun hubungan yang terjali tidak selalu berjalan mulus. Melalui refleksi dan proses pendewasaan, anak dewasa dapat menyusun kembali makna peran ayah dengan lebih objektif, bahkan memberi maaf pada pengalaman masa lalu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu psikologi keluarga, khususnya dalam memahami dinamika interaksi antara ayah dan anak dalam konteks keluarga yang tidak utuh serta pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian di masa dewasa.
Referensi
Abla Busat Gomma, Mahrat fi at-Tarbiyah li an-Nafsiah li Fardin Mutawzin wa Usrah Mutamsikah, Diterjemahkan oleh Mohd. Zaki Abdullah, Mendidik Mentalitas Anak: Panduan Bagi Orang Tua Untuk Menumbuhkan Mentalitas luarbiasa Pada Anak-Anaknya (Waringi Rejo, Cemani, Sukoharjo, 2006).
Alfian, & Mafatkha Azkiya Zuhda. (2024). Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Emosional Anak. Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 3(3), 71–81.
Aulia, Ardina & Shamsu (2023). Peran Penting Seorang Ayah dalam Keluarga Perspektif Anak (Studi Komparatif Keluarga Cemara dan Keluarga Broken Home).
Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. New York: Basic Books.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Dayanti, A., & Mesra, R. (2025). Narasi Kehidupan: Eksplorasi Fenomenologis Pengalaman Anak Korban KDRT di Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu. COMTE: Journal of Sociology Research and Education, 2(3), 162-177.
J Child Health Care. 2006 Dec;10(4):283-95.
Kartono, K. (2010). Psikologi wanita jilid 2: mengenal wanita sebagai ibu dan nenek. Bandung: Mandar Maju
Lamb, M. E. (2010). The Role of the Father in Child Development (5th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Maramis W.F. (2000). Catatan ilmu kedokteran jiwa. Surabaya: Airlangga University Press.
Mone, H. F. (2019) Dampak Perceraian Orangtua terhadap Perkembangan Psikososial dan Prestasi Belajar. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 6(2), 155–163.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Park, C. L., & Folkman, S. (1997). Meaning in the context of stress and coping. Review of General Psychology, 1(2), 115–144.
Prasetyo, D. A. (2021). Dampak fatherless terhadap perkembangan karakter anak. Jurnal Sosial Humaniora, 12(3), 201–214.
Romadhona, Awallia, and Cahniyo Wijaya Kuswanto. “Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini”. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 9, no. 1 (June 6, 2024): 101–112. Accessed December 19, 2025.
Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (1996). The Posttraumatic Growth Inventory: Measuring the positive legacy of trauma. Journal of Traumatic Stress, 9(3), 455–471.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 COMTE: Journal of Sociology Research and Education

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





