Pola Pembentukan Opini oleh Perangkat Desa terhadap Masyarakat melalui Media Sosial di Desa Telukan
DOI:
https://doi.org/10.64924/63t69y43Kata Kunci:
Media Sosial, Pemerintahan Desa, Komunikasi DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pembentukan opini perangkat desa melalui media sosial di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Telukan. Fokus penelitian mengeksplorasi strategi komunikasi digital pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, membangun interaksi, dan mempertimbangkan keberagaman demografis masyarakat. Hasil penelitian mengungkapkan tiga pola pembentukan opini pertama, penyebaran informasi terstruktur melalui WhatsApp Group, Instagram, dan Facebook untuk menciptakan keterbukaan dan transparansi pemerintahan. Kedua, komunikasi interaktif yang memungkinkan masyarakat memberikan masukan langsung. Ketiga, segmentasi audiens berdasarkan karakteristik demografis dengan pendekatan berbeda untuk setiap kelompok usia. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan implementasi strategi komunikasi digital, seperti ketimpangan partisipasi dan kendala aksesibilitas digital. Pendekatan digital sudah cukup membantu meningkatkan transparansi dan partisipasi, dan efisiensi informasi warga desa Telukan. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan literasi digital, perancangan mekanisme umpan balik inklusif, dan integrasi komunikasi digital dengan pendekatan tradisional untuk memperkuat pola komunikasi pemerintahan desa di era digital kontemporer yang semakin kompleks.
Referensi
Corey, G. (2013). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. Cengage Learning.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program (5th ed.). American Counseling Association.
Herlina, R. (2019). Efektivitas Integrasi Layanan BK dalam Kurikulum Sekolah Dasar. Jurnal Konseling Indonesia, 5(2), 123–134.
Indrawati, L. (2018). Analisis Implementasi BK Komprehensif di SMP Negeri Jawa Timur. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 45–58.
Jackson, P. W. (1968). Life in Classrooms. Holt, Rinehart and Winston.
Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (2nd ed.). SAGE Publications.
OECD. (2015). Skills for Social Progress: The Power of Social and Emotional Skills. OECD Publishing.
Prayitno. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta.
Rahmawati, E. (2020). Hubungan Penerapan BK Komprehensif dengan Perilaku Prososial Siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(3), 212–225.
Rogers, C. R. (1957). The Necessary and Sufficient Conditions of Therapeutic Personality Change. Journal of Consulting Psychology, 21(2), 95–103.
Santosa, A. (2021). Kolaborasi Lintas Stakeholder dalam Pelaksanaan BK Komprehensif. Jurnal Kependidikan, 11(1), 77–90.
Stufflebeam, D. L. (2003). The CIPP Model for Evaluation. In Evaluation Models (2nd ed.). Springer.
Sukardi. (2016). Manajemen Layanan BK Komprehensif di Sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 23(2), 34–47.
Whitmore, J. (2009). Coaching for Performance (4th ed.). Nicholas Brealey Publishing.
Winkel, W. S. (2009). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Media Abadi.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Masyarakat Digital

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





