Fenomena Fatherless dalam Film Ipar Adalah Maut Karya Hanung Bramantyo

Authors

  • Agmi Krisna Thirtha Ningrum Universitas Udayana Author
  • Bagus Ardiyansyah Universitas Udayana Author
  • K. Nastya Anggaraini Universitas Udayana Author

DOI:

https://doi.org/10.64924/54d8b152

Keywords:

Tanpa sosok ayah, Analisis pembingkaian, Teori kontrol sosial

Abstract

Fenomena fatherless merupakan kondisi ketidakhadiran peran ayah dalam kehidupan anak yang dapat berdampak pada perkembangan emosional dan perilaku sosial. Film Ipar Adalah Maut karya Hanung Bramantyo (2024) merepresentasikan fenomena tersebut melalui konflik keluarga dan relasi romansa para tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena fatherless ditampilkan dalam film Ipar Adalah Maut. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman yang terdiri dari empat elemen analisis, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation yang diperkuat dengan teori kontrol sosial Travis Hirschi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena fatherless dalam film ini direpresentasikan melalui tokoh Aris dan Rani yang keduanya kehilangan figur ayah sejak kecil. Analisis framing Entman mengungkap bahwa kondisi fatherless melemahkan keempat elemen kontrol sosial Hirschi, yaitu attachment, commitment, involvement, dan belief dalam diri Aris dan rani akibat dari kurangnya afeksi dan validasi serta arahan dari figur ayah, sehingga mendorong terjadinya perilaku menyimpang. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan tiga informan yang memiliki pengalaman fatherless di kehidupan nyata yang menunjukkan pola serupa, yaitu rapuhnya kontrol sosial internal akibat tidak adanya figur ayah.

References

Ahsani, F. A., & Illahi, A. K. (2023). Representasi Romantic Relationship dalam Film Wedding Agreement. Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication, 3(2),89-102. https://tuturlogi.ub.ac.id/index.php/tuturlogi/article/view/13583

Anesti, Y., & Abdullah, M. N. A. (2024). Fenomena Fatherless: Penyebab Dan Konsekuensi Terhadap Anak Dan Keluarga. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 200-206. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i2.105

Ashari, A. (2025, Maret 30). “Fatherless” Bagi Anak Laki-Laki dan Perempuan. Diakses pada 4 Mei 2025, https://katanetizen.kompas.com/read/2025/03/30/151727185/fatherless-bagi-anak-laki-laki-dan-perempuan

Balaka, M. Y. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: Widina Bhakti Persada

Bramantyo, H. (2024). Ipar Adalah Maut.

Eriyanto. (2002). Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. LKiS

Fibrianti, T. (2024, Desember 21). Indonesia Menduduki Peringkat 3 Sebagai Negara Fatherless: Apa Itu Fatherless dan Dampaknya Bagi Anak. Diakses pada 4 Mei 2025, https://www.kompasiana.com/dianteguhfibrianti8540/67663fb4c925c402bc1438a2/indonesia-menduduki-peringkat-3-sebagai-negara-fatherless-apa-itu-fatherless-dan-dampaknya-bagi-anak#goog_rewarded

Rachman, R. F. (2020). Representasi dalam film. JURNAL PARADIGMA MADANI: Ilmu Sosial, Politik dan Agama, 7(2), 10-18. https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/PAR/article/view/832

Ramot, C. (2024, Juni 29). Dampak Negatif Kehilangan Figur Ayah (Fatherless) pada Anak Perempuan. Diakses pada 4 Mei 2025, https://www.klikdokter.com/psikologi/psikologi-keluarga/dampak-negatif-fatherless-pada-anak-perempuan

Sari, N. (2025). The impact of the loss of a father's role on a daughter's relationship life. Educational Psychology Journal, 14(1), 1–11. https://doi.org/10.15294/epj.v14i1.23585

Sinca, D. (2022). Sikap perempuan fatherless dalam memilih calon pasangan hidup (studi kasus di pino raya kabupaten Bengkulu SelatanI). [Published Doctoral Dissertation]. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. http://repository.iainbengkulu.ac.id/id/eprint/8093

Sona, D., & Linsiya, R. W. (2025). Fenomena fatherless dari perspektif gender dalam melihat dampak pada relasi interpersonal. Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 7(1), 60–66. https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.257

Srinova, R. (2024). Konsekuensi Fatherless Terhadap Sosial Dan Psikologis Anak Dalam Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus Di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen). [Published Doctoral Dissertation]. UIN Ar-Raniry Pascasarjana Hukum Keluarga. https://repository.ar-raniry.ac.id

Published

2026-07-13

How to Cite

Krisna Thirtha Ningrum, A. ., Bagus Ardiyansyah, & K. Nastya Anggaraini. (2026). Fenomena Fatherless dalam Film Ipar Adalah Maut Karya Hanung Bramantyo. ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL), 3(5), 401-419. https://doi.org/10.64924/54d8b152