Pola Asuh dan Pengetahuan Gizi Keluarga sebagai Faktor Sosial dalam Kasus Stunting di Desa Wonorejo
DOI:
https://doi.org/10.64924/81b5jr52Keywords:
Faktor Sosial, Keluarga, Pengetahuan Gizi, Pola Asuh, StuntingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan pengetahuan gizi keluarga sebagai faktor sosial yang memengaruhi kejadian stunting pada anak balita di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki anak usia 6–59 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang memuat indikator pola asuh dan pengetahuan gizi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga menerapkan pola asuh dalam kategori baik (65%) dan memiliki tingkat pengetahuan gizi pada kategori sedang hingga tinggi (85%). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh dan kejadian stunting (r = -0,482; p = 0,001) serta antara pengetahuan gizi dan kejadian stunting (r = -0,537; p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pola asuh dan semakin tinggi pengetahuan gizi keluarga, semakin rendah risiko anak mengalami stunting. Secara sosiologis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi semata, tetapi juga merupakan refleksi dari kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu melibatkan intervensi sosial berbasis keluarga dan komunitas, melalui peningkatan literasi gizi dan penguatan fungsi sosial keluarga.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. (2024). Kabupaten Jember dalam angka 2024. Jember: BPS Kabupaten Jember.
Elisanti, A. D., Jayanti, R. D., Amareta, D. I., Ardianto, E. T., & Wikurendra, E. A. (2023). Macronutrient intake in stunted and non-stunted toddlers in Jember, Indonesia. Journal of Public Health Research, 12(3), 1–6. https://doi.org/10.1177/22799036231197178
Ishomuddin, M., Ningtyias, F. W., & Ratnawati, L. Y. (2024). Analisis determinan stunting pada balita usia 24–59 bulan di daerah perkebunan (Studi di Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember). Journal of Nutrition College, 13(1), 59–68. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022: Laporan nasional. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kusumawardani, H. D., Laksono, A. D., Hidayat, T., Supadmi, S., Latifah, L., & Sulasmi, S. (2023). Stunting among children under two years in the islands areas: A cross-sectional study of the Maluku Region in Indonesia. Journal of Research in Health Sciences, 23(4), e00597. https://doi.org/10.34172/jrhs.2023.132
Mesra, R. (2019). Tampilan pola komunikasi keluarga dan dampaknya terhadap pembentukan konsep diri remaja (Studi kasus pada keluarga Desa Suka Maju). Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 55–67. https://naluriedukasi.com/index.php/comtejsre/article/view/183/129
Ningrum, M., Dina, R. A., & Fajriah, E. (2024). Hubungan pengetahuan gizi ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di Desa Babakan. Jurnal Gizi Dietetik Indonesia, 3(2), 114–119. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizidietetik
Nugroho, M. R., Sasongko, R. N., & Kristiawan, M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia dini di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2269–2276. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169
Pemerintah Kabupaten Jember. (2024, Desember 19). Jumlah balita stunting di 14 kecamatan di Jember meningkat. Prosalina Radio. https://www.prosalinaradio.com/2024/12/19/jumlah-balita-stunting-di-14-kecamatan-di-jember-meningkat/
Pemerintah Kabupaten Jember. (2024, Februari 2). Wabup Jember beri penghargaan bagi tim percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kabupaten Jember. https://www.jemberkab.go.id/wabup-jember-beri-penghargaan-bagi-tim-percepatan-penurunan-stunting/
Trenzindonesia.com. (2025, Agustus 24). Hadapi era digital, ini 3 ancaman serius bagi anak dan strategi membangun ketahanan keluarga Pancasila. https://trenzindonesia.com/2025/08/24/ancaman-digital-anak
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





