Peran Pengasuh dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan

Authors

  • Muhammad Nur Fadhilah Universitas Terbuka Author
  • Romi Mesra Universitas Terbuka Author

DOI:

https://doi.org/10.64924/bs4efz09

Keywords:

Bullying, Penanganan, Pencegahan, Pengasuh, Pondok Pesantren

Abstract

Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia dengan sistem asrama yang intens, rentan terhadap dinamika sosial negatif seperti bullying (verbal, fisik, dan relasional) antarsantri. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran krusial pengasuh (ustadz atau pembimbing asrama) dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh menjalankan peran multifungsi, meliputi: 1. Pendidik dan Teladan Moral. 2. Detektor Dini melalui pengamatan aktif. 3. Mediator Konflik dan penyedia bantuan pemulihan. 4. Pengelola Aturan dan penegak disiplin yang adil. Secara spesifik, penelitian ini mendeskripsikan strategi yang diterapkan pengasuh di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan untuk mencegah dan menangani kasus perundungan.

References

Fawaid, A. (2020). PESANTREN DAN RELIGIOUS AUTHORITATIVE PARENTING: Studi Kasus Sistem Wali Asuh di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ilmu Ushuluddin, hlm. 27-40, 28.

Indarsih, F. (2024). Upaya Pengasuh Dalam Mencegah Bullying Atau Kekerasan Antar Santri di Pondok Pesantren Darul Falah Purwoharjo. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran.

Khoeriyah, L. L. (2022). PERAN PENGASUH PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH. Jurnal al-Azhary.

Khumalasari, Q. Y. (2024). Strategi Pengasuh Pondok Pesantren dalam Mencegah Terjadinya Perundungan. Cendekia: Jurnal Pengembangan Kurikulum dan Pendidikan.

Lutfinda, L. (2023). METODE KOMUNIKASI SANTRI DAN USTADZ PENGASUH DI PONDOK PESANTREN DAR AL-AMAL KOTA METRO LAMPUNG. Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam.

Mesra, R. (2025 ). BUKU AJAR PENGANTAR SOSIOLOGI. Jl. Piai Tangah, Nomor 29, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang-Sumatera Barat: PT. NALURI EDUKASI PRESS.

Mubaror, N. K. (2024). Peran Pengasuh Pesantren Dalam Membentuk Karakter Profesional. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya.

Mufaizah. (2025). PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SOSIAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN MAHASISWA AL-JIHAD SURABAYA. Jurnal Tarbiyatuna.

Muhammad Hulaibi, K. U. (2025). PERAN PENGASUH PONDOK PESANTREN DALAM MENGATASI KASUS BULLYING: ANALISIS DAN REKOMENDASI. Jurnal Studi Islam.

Nisa, S. S. (2025). KEPEMIMPINAN DAN POLA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI PENDIDIKAN: INTEGRASI TEORI OTORITAS MAX WEBER DI ERA GLOBALISASI. JurnalPendidikan Integratif.

Nurhadi, A. (2022). MANAJEMEN PEMBINAAN KARAKTER DISIPLIN SANTRIWATI DI. Jurnal manajemen Pendidikan Islam.

Nurlelah. (2019). DAMPAK BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL SANTRI (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung). Fikrah: Journal of Islamic Education.

Pratiwi, D. (2024). Studi Kasus Perilaku Bullying dan Penanganannya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Multazam Bontonompo. Jurnal Nalar Pendidikan Indonesia.

Prayoga, Y. (2023, Mei Selasa). Larangan Membully dalam Islam, Ini Dalilnya. From lampung.nu.or.id: https://lampung.nu.or.id/syiar/larangan-membully-dalam-islam-ini-dalilnya-Z1kaI

Rahman, F. (2025). PERAN PENGASUH DALAM MENGATASI BULLYING DI PONDOK PESANTREN MAMBA’UL MA’ARIF ASRAMA SUNAN BONANG PUTRA DENANYAR JOMBANG. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 379.

Umamah, A. (2024). Perundungan di Lingkungan Pesantren: Pencegahan dan Resiliensi. Jurnal Pengabdian kepada.

Zulkifli Musthan. (2022). PERAN PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MODERN GONTOR 7 RIYADHATUL MUJAHIDIN KABUPATEN KONAWE SELATAN. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam,.

Published

2026-01-30

How to Cite

Fadhilah , M. N., & Mesra, R. (2026). Peran Pengasuh dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan. ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL), 3(2), 134-145. https://doi.org/10.64924/bs4efz09