Eksistensitas Partuturan pada Mahasiswa Suku Batak Toba Perantauan di Lorong Pasar, Tataaran II, Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.64924/6beqd956Keywords:
Eksistensitas, Partuturan, Mahasiswa Suku Batak Toba, PerantauanAbstract
Partuturan dalam budaya Batak Toba merupakan sistem komunikasi yang digunakan seseorang berinteraksi dan menyapa satu sama lain berdasarkan hubungan kekerabatan. Namun, dalam konteks perantauan, eksistensinya mengalami perubahan akibat berbagai faktor sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensitas Partuturan pada mahasiswa Suku Batak Toba yang merantau di Lorong Pasar, Tataaran II, Kabupaten Minahasa, serta upaya mereka dalam mempertahankan nilai-nilai Partuturan di lingkungan perantauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Suku Batak Toba di Lorong Pasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensitas Partuturan di kalangan mahasiswa Batak Toba di perantauan mengalami pergeseran. Sebagian mahasiswa masih mempertahankan penggunaannya dalam interaksi sosial, terutama dalam komunitas sesama mahasiswa Batak Toba. Namun, ada pula yang mulai jarang menggunakannya karena berbagai faktor, seperti pengaruh budaya lokal, modernisasi, Pergeseran ini terjadi karena mahasiswa lebih sering berinteraksi dengan masyarakat Minahasa dan mahasiswa dari latar belakang budaya lain, Penelitian ini bermanfaat bagi mahasiswa Suku Batak Toba sebagai refleksi atas pentingnya mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan sosial. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai adat dapat tetap lestari meskipun berada di lingkungan yang berbeda.
References
Andriani, M. N., & Ali, M. M. 2013. Kajian eksistensi pasar tradisional Kota Surakarta. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(2), 252–269.
Bali, M. M. E. I. 2017. Model interaksi sosial dalam mengelaborasi keterampilan sosial. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 4(2).
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. 2011. The Sage handbook of qualitative research. sage.
Destrianti, S. 2019. Etnomatematika dalam seni tari kejei sebagai kebudayaan Rejang Lebong. Jurnal Equation: Teori Dan Penelitian Pendidikan Matematika, 2(2), 116–132.
Dewi, M. S. R. 2019. Islam dan etika bermedia (kajian etika komunikasi netizen di media sosial instagram dalam perspektif islam). Research Fair Unisri, 3(1).
Efendi, Z. 2021. Eksistensi Seni Budaya Lokal Religi Era Modern (Studi Kelompok Seni Sarafal Anam Adat Bulang Bengkulu). UIN FAS Bengkulu.
Ginting, D. C. A., gusti Rezeki, S., Siregar, A. A., & Nurbaiti, N. 2024. Analisis pengaruh jejaring sosial terhadap interaksi sosial di era digital. PPIMAN: Pusat Publikasi Ilmu Manajemen, 2(1), 22–29.
Halimah, L., Heryani, H., & Barus, M. K. 2021. Eksistensi budaya erturtur atau tradisi santun bertegur sapa pada Komunitas Persadaan Batak Karo Kota cimahi. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), 61. https://doi.org/10.12928/citizenship.v4i2.21587
Hisyam, C. J. 2021. Sistem sosial budaya Indonesia. Bumi Aksara.
Kerebungu, F., Singal, Z. H., Fathimah, S., & Melan, M. 2022. Eksistensi Mantat di Kampung Tanjung Jan Suku Dayak Benuaq. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 4(1), 38–47. https://doi.org/10.52483/ijsed.v4i1.73
Khutniah, N., & Iryanti, V. E. 2012. Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati Di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1).
Mappasere, S. A., & Suyuti, N. 2019. Pengertian Penelitian Pendekatan Kualitatif. Metode Penelitian Sosial, 33.
Muliani, S., Harahap, S., & Kamal, A. 2023. Interaksi Sosial Antaretnik Mandailing-Jawa di Desa Pasar Singkuang II, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(2), 164–184.
Mulyana, D., & Rakhmat, J. 2001. Komunikasi antar Budaya, Pandauan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Agama. Bandung: PT Rineka Rosdakarya.
Nismawati, N., Oruh, S., & Agustang, A. 2021. Eksistensi Tari Kabasaran Pada Masyarakat Minahasa. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(4), 194–198. https://doi.org/10.58258/jime.v7i4.2429
Prahastiwi, E. D., & Wahyuningsih, D. 2021. Bergesernya Pola Interaksi Sosial Keagamaan Islam Selama Pandemi COVID-19. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 5(2), 109–121.
Pureklolon, T. P. 2016. Komunikasi politik. Gramedia Pustaka Utama.
Rosana, E. 2017. Dinamisasi kebudayaan dalam realitas sosial. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(1), 16–30.
Santi, R. 2018. Interaksi Sosial antar Budaya Dikalangan Mahasiswa Bimbingandan Konseling Islam. UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Sembiring, Y. S. B., Kerebungu, F., & Salem, V. E. T. 2023. Proses Adaptasi dalam Menghadapi Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Rantau di FISH UNIMA. Indonesian Journal of Social Sciene and Education, 3(1), 21–33.
Setiarsa, S. 2018. Harmoni dalam"?’: Sebuah Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(2), 106–116.
Simanjuntak, B. A. 2009. Konflik status dan kekuasaan orang Batak Toba: Bagian sejarah Batak (edisi revisi). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Siringoringo, E. F., & Suprianingsih, S. 2024. Perancangan Buku Ilustrasi “Partuturan Batak Toba” Sebagai Media Edukasi Budaya Lokal. Jurnal Basataka (JBT), 7(1), 84–91.
Syahputri, K., & Sirait, P. A. (n.d.). Hubungan Kebudayaan Dan Masyarakat Sebagai Penentu Jalan Kehidupan Manusia.
Tarigan, S. R. I. A. 2012. Pola komunikasi antar budaya Dalam interaksi sosial etnis Karo dan Etnis Minang di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. PERSPEKTIF, 1(2), 91–99.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Balimau: Jurnal Budaya Lokal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





