Peran Mahasiswa Suku Batak Karo dalam Melestarikan Budaya Gendang Guro-Guro Aron di Tondano, Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.64924/rbwav545Keywords:
Peran, Pelestarian, Gendang Guro-Guro AronAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya gendang Guro-guro Aron dan bagaimana peran mahasiswa Karo menyatukan seluruh mahasiswa suku Batak Karo yang ada di Tondano Selatan.penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis penelitian ini adalah Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menggunakan konsep AGIL. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa budaya gendang Guro-guro Aron bisa memperkuat ikatan tali persaudaraan, dengan adanya budaya tersebut mahasiswa suku Batak Karo yang ada di tanah rantau ini serasa memiliki keluarga baru dan dapat mengobati rasa rindu mereka terhadap keluarga yang ada di kampung. Gendang Guro-guro Aron juga dapat memberi mahasiswa Batak Karo rasa identitas/rasa memiliki dan kebersamaan. Selain itu, budaya ini juga banyak dijadikan sebagai sumber penambah pengetahuan apalagi mereka sejak dulu memang sama sekali belum mengetahui budaya ini dan yang paling uniknya banyak mahasiswa Batak Karo menjadikan budaya ini sebagai arena cari jodoh, karena kebanyakan orang tua mereka ingin anaknya memiliki pasangan sesama suku.
References
Barus, N.E. 2013. Peranan Gendang Guro-Guro Aron Pada Kerja Tahun Masyarakat Karo di Desa Tanjung Barus Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo. [skripsi]. Medan. Universitas Negeri Medan.
Corbin, J., & Strauss, A. (2008). Basic Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory-3rd ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, Inc.
Creswell, J.W. (2014). Research Design: Pendekatan, Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Febriyanti, T., & Mesra, R. (2024). Perubahan Kehidupan Sosial Sebagai Dampak Dari Penggunaan Media Sosial di Masyarakat Indonesia. COMTE: Journal of Sociology Research and Education, 1(2), 38-50.
Gintings, E.P. 1999. Religi Karo. Membaca Religi Karo Dengan Mata Yang Baru. Kabanjahe: Abdi Karya.
Ginting, Junita Setiana. 2014. Kerja Tahunan Pesta Tradisi Masyarakat Karo. Palembang: Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Soisal FKIP Universitas Sriwijaya. 3(2):86-90.
Koentjaraningrat. 1971. Manusia dan Kebudayaan. Jakarta: Gramedia.
Koentjaraningrat. 1984. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Paat, E., Soputan, G. J., Pangalila, T., & Kerebungu, F. (2019). Nilai Budaya dan Perubahan Karakteristik Sosial dalam Serikat Mahmejaan Masyarakat Taratara. Indonesion Journal of Sociology, Education, and Development, 1(1), 71-81.
Rivai, Veithzal. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: dari Teori dan Praktik, Jakarta: Grafindo Persada.
Ritzer, George. (2004). Edisi Terbaru Teori Sosiologi. Yogyakarta: Kreasi Wacana
Sitepu, S, Dkk. 1996. Pilar Budaya Karo. Medan: perc. Bali.
Soekanto, S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit CV Alfabet.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sutarto. (2009). Dasar-Dasar Organisasi. UGM Press.
Suliono, O., Gugule, H., & Sidik, S. (2024). Solidaritas Tolong Menolong Masyarakat Toraja dalam Pelaksanaan Ritual Rambu Solo’ di Desa Rano Utara Kecamatan Rano Kabupaten Tana Toraja. ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL), 1(3), 191-206.
Tylor, E.B. (1871). Primitive Culture, London: John Murray.
Thoha Mifta, 2005. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Tarigan, Sarjani, 2009. Lentera Kehidupan Orang Karo dalam Berbudaya. Medan: SIBNM-BABKI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Balimau: Jurnal Budaya Lokal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





