Tradisi Rimpal di Kalangan Generasi Muda Suku Batak Karo di Universitas Negeri Manado

Authors

  • Apriani Perbina Br Barus Universitas Negeri Manado Author
  • Veronika E. T. Salem Universitas Negeri Manado Author
  • Sangputri Sidik Universitas Negeri Manado Author

DOI:

https://doi.org/10.64924/gb8fe437

Keywords:

Tradisi Rimpal, Generasi Muda, Suku Batak Karo

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan generasi muda tentang tradisi rimpal yang ada di Universitas Negeri Manado. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Organisasi ikatan mahasiswa karo dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa batak karo yang berkuliah di Unima. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tradisi Rimpal disebagian kalangan generasi muda sering dianggap tidak perlu, karena tidak memperluas sanak saudara dan membatasi perkembangan masyarakat dalam keluarga, banyak yang beranggapan tradisi rimpal memiliki tata cara adat yang terlalu rumit,sehingga ada Sebagian orang yang merasa keberatan untuk melakukan tradisi tersebut. Tetapi banyak juga yang ingin melaksanakannya karena Tradisi rimpal dilaksanakan sebagai salah satu  faktor warisan dari nenek moyang yang wajib dilestarikan dan untuk mencegah terjadinya perceraian dalam rumah tangga, karena menikah menurut tradisi rimpal dianggap pasangan yang ideal dalam masyarakat Karo. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya dua pendapat tentang tradisi rimpal yakni ada yang masih ingin melaksanakan tradisi rimpal dan ada yang tidak ingin melaksanakan tradisi rimpal

References

Corbin, J. (2009). Basic of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory. California: SAGE Publication.

Durkheim, Emile. The Division of Labor in Society. Terjemahan: Soedjono Dirdjosiswono. Jakarta: Erlangga, 1989.

Koentjaraningrat. 1993. Metode penelitian masyarakat. Jakarta: Gramedia

Mandalahi, Selti Astria, Ferdinand Kerebungu, and Veronika ET Salem. “Makna Gerak Tari Tor-tor Dalam Perkawinan Batak Toba di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. “JURNAL PARADIGMA: Journal of sociology Research and Education 1.2 (2020): 46-51

Margono,S. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Mely, T. S. (2021). Kebertahanan Perkawinan Ideal Menurut Suku Batak Karo di Kelurahan Kwala Bekala Padang Bulan Medan. Medan: Universitas Sumatera Utara

Moleong, Lexy J.2016.Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdayakarya.

Nawawi,Hadari. 1993. Metoe Penelitian Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Universityy Pres.

Pandapotan,S.,&Silalahi, H. (2022). Eksplorasi Foklor Lisan Karo sebagai Identitas dan Penguatan Sosial dan Budaya, Anthropos: jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 168-173

Rinaldo Jupen Pinem. 2019. Tradisi Rimpal di Kalangan Generasi Muda Suku Batak Karo di Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung. Skripsi.Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Lampung.

Sitepu,S.E., & Ardoni, A.(2019). Informasi Budaya Suku Batak Karo Sumatra Utara. Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 8(1), 413.

Sugiyono. 2011. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Tarigan, Edy Timanta. 2009. Adat Istiadat Suku Karo. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Tarigan, sarjani. 2009. Lentera Kehidupan Orang Karo dalam Berbudaya. Medan: Balai Adat Budaya Karo Indonesia.

Tylor, Edward Burnett. (1871). Primitive Culture. London: Cambridge University Press

Usman, Husaini. 2009. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta:Bumi Kasar

Widiansyah, Subhan, and Hamsah Hamsah. “Dampak Perubahan Global terhadap Nilai-nilai Budaya Lokal dan Nasional.” Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika 4. 1 (2018):39-48

Published

2026-11-30