Efektivitas Model Pembelajaran Kolaboratif dalam Pembelajaran Sosiologi di Sekolah Menengah
DOI:
https://doi.org/10.64924/7vxrm553Kata Kunci:
Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran Sosiologi, Sekolah MenengahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran Sosiologi di sekolah menengah melalui penelusuran dan sintesis berbagai literatur yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur atau kepustakaan (library research), yang dilakukan dengan mengumpulkan, mengkaji, dan menganalisis sumber tertulis berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku referensi yang membahas pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, serta pembelajaran Sosiologi dan IPS di jenjang sekolah menengah. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif efektif meningkatkan pemahaman konsep sosiologis siswa karena mendorong proses saling menjelaskan dan mengonstruksi pengetahuan secara bersama dalam kelompok. Selain itu, model ini juga terbukti memperkuat keterampilan sosial siswa, seperti komunikasi, kerja sama, dan empati, yang selaras dengan hakikat Sosiologi sebagai ilmu tentang kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, keberhasilan penerapan model ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam merancang aktivitas kelompok secara terstruktur serta memperhatikan keragaman karakteristik siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran kolaboratif secara terencana dalam pembelajaran Sosiologi di sekolah menengah.
Referensi
Abdullah, H. (2024). Efektivitas model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPS di sekolah menengah pertama. Jurnal Sosiologi Pendidikan dan Pendidikan IPS (SOSPENDIS), 2(3), 138–149.
Aksela, M., & Haatainen, O. (2019). Project-based learning (PBL) in practise: Active teachers' views of its' advantages and challenges. International STEM Conference Proceedings.
Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.
Cahyadi, R. A. H. (2019). Pengembangan bahan ajar berbasis ADDIE model. Halaqa: Islamic Education Journal, 3(1), 35–42.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Damanaik, F. (2023). Pengembangan model pembelajaran kolaboratif untuk pendidikan sosiologi dan antropologi di era digital. Prosiding Ilmu Pendidikan dan Keguruan, 1(November), 1–18.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning together and alone: Cooperative, competitive, and individualistic learning. Allyn and Bacon.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.
Mills, C. W. (1959). The sociological imagination. Oxford University Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Pangalila, T., Mesra, R., & Supit, B. F. (2024). Using instructional design to infuse indigenous knowledge in the civic education curriculum. Kasetsart Journal of Social Sciences, 45, 1185–1194.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryani, N. (2016). Implementasi model pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan ketrampilan sosial siswa. Jurnal Harmoni IPS, 1(2), 1–23.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




