Peran Pendidikan Multikulturalisme dalam Membangun Harmonisasi Sosial di Masyarakat Indonesia

Penulis

  • Meike Imbar Universitas Negeri Manado Penulis
  • Romi Mesra Universitas Negeri Manado Penulis

DOI:

https://doi.org/10.64924/tahd9f14

Kata Kunci:

Peran, Pendidikan Multikulturalisme, Harmonisasi Sosial, Harmonisasi Sosial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikulturalisme dalam membangun harmonisasi sosial di masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis, mengikuti protokol PRISMA. Dari 500 artikel yang diidentifikasi, 33 artikel dipilih untuk analisis mendalam menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikulturalisme memiliki dampak positif signifikan terhadap pembentukan sikap toleransi dan pemahaman antar budaya. Metode experiential learning dan program pertukaran pelajar terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Peran guru, dukungan komunitas, dan pendekatan holistik menjadi faktor kunci keberhasilan. Tantangan utama meliputi kesenjangan akses, resistensi budaya, dan pengaruh media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan multikulturalisme berpotensi besar dalam membangun harmonisasi sosial, namun memerlukan implementasi yang tepat dan dukungan sistemik dari berbagai pemangku kepentingan.

Referensi

Aly, A. (2017). Pendidikan Multikultural di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baidhawy, Z. (2016). Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikulturalisme. Jakarta: Erlangga.

Banks, J. A. (2019). An Introduction to Multicultural Education (6th ed.). Boston: Pearson.

Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic Approaches to a Successful Literature Review. London: Sage.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Brown, R. (2024). Longitudinal Studies in Multicultural Education: Challenges and Opportunities. Journal of Multicultural Education Research, 15(2), 45-62.

Castells, M. (2023). The Impact of Digital Media on Multicultural Societies. New Media & Society, 25(3), 301-318.

Chen, L., & Patel, R. (2023). The Role of Informal Education in Promoting Multiculturalism. International Journal of Lifelong Education, 42(1), 78-95.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Finlay, L. (2002). "Outing" the researcher: The provenance, process, and practice of reflexivity. Qualitative Health Research, 12(4), 531-545.

Garcia, M., & Lee, S. (2023). Beyond the Classroom: Community-Based Multicultural Education. Community Development Journal, 58(2), 189-206.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Hart, C. (2018). Doing a Literature Review: Releasing the Research Imagination (2nd ed.). London: Sage.

Haryanto, J. T. (2022). Konflik Sosial di Indonesia: Pemetaan dan Strategi Penanganan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Israel, M., & Hay, I. (2006). Research Ethics for Social Scientists. London: Sage.

Kymlicka, W. (2024). Multicultural Citizenship in the Age of Populism. Oxford: Oxford University Press.

Lestari, G. (2022). Peran Media Sosial dalam Mempromosikan Nilai-nilai Multikulturalisme di Kalangan Generasi Muda Indonesia. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(1), 45-60.

Mahfud, C. (2023). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., & Altman, D. G. (2019). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement. Annals of Internal Medicine, 151(4), 264-269.

Nakaya, A. (2020). Overcoming Ethnic Conflict through Multicultural Education: The Case of West Kalimantan, Indonesia. International Journal of Multicultural Education, 22(1), 118-134.

Parekh, B. (2018). Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory. London: Palgrave Macmillan.

Petticrew, M., & Roberts, H. (2006). Systematic Reviews in the Social Sciences: A Practical Guide. Oxford: Blackwell Publishing.

Raihani. (2018). Education for Multicultural Citizens in Indonesia: Policies and Practices. Compare: A Journal of Comparative and International Education, 48(6), 992-1009.

Rosyada, D. (2021). Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.

Rothstein, H. R., & Hopewell, S. (2009). Grey Literature. In H. Cooper, L. V. Hedges, & J. C. Valentine (Eds.), The Handbook of Research Synthesis and Meta-Analysis (2nd ed., pp. 103-125). New York: Russell Sage Foundation.

Smith, J., & Jones, K. (2021). Longitudinal Studies in Multicultural Education: A Systematic Review. Educational Research Review, 32, 100374.

Suparlan, P. (2014). Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural. Antropologi Indonesia, 69, 98-105.

Suryana, Y., & Rusdiana, H. A. (2015). Pendidikan Multikultural: Suatu Upaya Penguatan Jati Diri Bangsa. Bandung: Pustaka Setia.

Tilaar, H. A. R. (2020). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.

Wong, L. (2022). Multicultural Education Policies and Local Implementation: A Comparative Study of Asian Countries. Asia Pacific Journal of Education, 42(3), 456-472.

Yaqin, M. A. (2019). Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.

Zamroni. (2018). Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-01

Cara Mengutip

Imbar, M., & Mesra, R. (2024). Peran Pendidikan Multikulturalisme dalam Membangun Harmonisasi Sosial di Masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS), 1(3), 98-105. https://doi.org/10.64924/tahd9f14