Dinamika Interaksi Media Sosial dan Perkembangan Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Studi Etnografi di Kabupaten Banyumas
Kata Kunci:
Etnografi, Literasi Digital, Media Sosial, Perilaku Sosial, Siswa Sekolah DasarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi perilaku sosial siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, studi ini melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa kelas 4–6, guru, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok dan YouTube, telah menjadi arena sosialisasi baru bagi anak-anak. Mereka menggunakan media sosial rata-rata 1–4 jam per hari. Dampak positif yang ditemukan meliputi meningkatnya rasa percaya diri dan kemampuan ekspresi diri. Namun, dampak negatif seperti penurunan empati, konflik daring, serta kesulitan komunikasi langsung juga terlihat signifikan. Terjadi pula pergeseran nilai sosial, di mana popularitas di media sosial dianggap lebih penting daripada prestasi akademik. Sebagian besar orang tua tidak melakukan pengawasan aktif terhadap aktivitas digital anak, dan sekolah belum memiliki kebijakan pendampingan yang sistematis. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dan institusi pendidikan dalam membentuk literasi digital dan etika bermedia sosial sejak usia dini, dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal. Temuan ini diharapkan menjadi masukan praktis dalam menyusun strategi pendidikan digital yang adaptif dan kontekstual
Referensi
APJII. (2023). Laporan Survei Internet Indonesia 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Bandura, A. (2001). Social cognitive theory of mass communication. Media Psychology, 3(3), 265–299.
Boyd, D. (2014). It's Complicated: The Social Lives of Networked Teens. Yale University Press.
Boyd, D. M., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210–230. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2007.00393.x
Common Sense Media. (2021). The Common Sense Census: Media Use by Tweens and Teens, 2021.
Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society. New York: W. W. Norton & Company.
Kircaburun, K., Alhabash, S., Tosuntaş, Ş. B., & Griffiths, M. D. (2019). Uses and gratifications of problematic social media use among university students: A simultaneous examination of the Big Five of personality traits, social media platforms, and social media use motives. International Journal of Mental Health and Addiction, 18(3), 525–547. https://doi.org/10.1007/s11469-018-9940-6
Livingstone, S. (2008). Taking risky opportunities in youthful content creation: Teenagers’ use of social networking sites for intimacy, privacy and self-expression. New Media & Society, 10(3), 393–411. https://doi.org/10.1177/1461444808089415
Livingstone, S., & Blum-Ross, A. (2020). Parenting for a Digital Future: How Hopes and Fears about Technology Shape Children’s Lives. Oxford University Press.
Livingstone, S., & Helsper, E. J. (2007). Gradations in digital inclusion: Children, young people and the digital divide. New Media & Society, 9(4), 671–696. https://doi.org/10.1177/1461444807080335
Livingstone, S., & Sefton-Green, J. (2016). The Class: Living and Learning in the Digital Age. NYU Press.
Nurhadi, D. (2021). Pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kemampuan interaksi sosial siswa SMP di Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Sosial, 9(2), 113–124. https://doi.org/10.xxxx/jps.v9i2.113
Nurjanah, S., & Mesra, R. (2025). Manifestasi FoMO dalam pola interaksi dan konsumsi digital di kalangan siswi: Studi fenomenologi pada siswi Sekolah Islam Plus Tahfizh IBNU UMAR Ciputat. Jurnal Masyarakat Digital, 1(2), 62–76.
Odgers, C. L., & Jensen, M. R. (2020). Annual research review: Adolescent mental health in the digital age: Facts, fears, and future directions. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 61(3), 336–348. https://doi.org/10.1111/jcpp.13190
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development (11th ed.). New York: McGraw-Hill.
Pink, S., Horst, H., Postill, J., Hjorth, L., Lewis, T., & Tacchi, J. (2016). Digital Ethnography: Principles and Practice. London: SAGE Publications.
Rideout, V. J., Foehr, U. G., & Roberts, D. F. (2010). Generation M²: Media in the Lives of 8- to 18-Year-Olds. Menlo Park, CA: Kaiser Family Foundation.
Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Subrahmanyam, K., & Šmahel, D. (2011). Digital Youth: The Role of Media in Development. New York: Springer.
Turkle, S. (2011). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. Basic Books.
UNICEF. (2020). Growing Up Online: Addressing the Risks and Opportunities for Children in the Digital Age.
Valkenburg, P. M., & Peter, J. (2009). Social consequences of the internet for adolescents: A decade of research. Current Directions in Psychological Science, 18(1), 1–5. https://doi.org/10.1111/j.1467-8721.2009.01595.x
Valkenburg, P. M., & Piotrowski, J. T. (2017). Plugged In: How Media Attract and Affect Youth. Yale University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Masyarakat Digital

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.