Eksplorasi Presentasi Diri Gen Z dalam Platform TikTok : Analisis Self-Identity Theory pada Pengguna TikTok di Siantar Selatan
Kata Kunci:
Gen Z, Media Sosial, Presentasi Diri, Self-Identity Theory, TikTokAbstrak
Penelitian ini menganalisis eksplorasi identitas diri Gen Z di Siantar Selatan melalui platform TikTok dengan pendekatan Self-Identity Theory. TikTok, sebagai platform video pendek interaktif, digunakan oleh remaja untuk mengekspresikan berbagai aspek identitas mereka, termasuk budaya lokal, gaya hidup, dan pandangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi identitas ini dipengaruhi oleh umpan balik sosial, norma budaya lokal, dan algoritma TikTok yang mendukung tren global. Elemen budaya lokal, seperti pakaian adat atau narasi tradisional, sering dimasukkan dalam konten sebagai bentuk kebanggaan identitas budaya, sekaligus disesuaikan dengan tren global untuk menarik audiens yang lebih luas. Proses presentasi diri di TikTok sejalan dengan teori Presentasi Diri Goffman, di mana pengguna secara strategis mengelola citra diri mereka berdasarkan respons audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang penting untuk pembentukan identitas digital di tengah pengaruh budaya lokal dan global. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan orang tua dalam memahami peran media sosial dalam perkembangan identitas remaja.
Referensi
Acquisti, A. (2019). Digital identity: The construction of identity in the digital age. MIT Press.
Bjorneseth, Y. (2017). Peer feedback and adolescents' identity formation on social media. Springer.
Dewi, C. (2019). Social identity and media influence: The role of social media in shaping adolescent identity. Jurnal Sosiologi Universitas Gadjah Mada.
Fauzi, A. (2021). Media sosial dan identitas diri: Perspektif sosiologi remaja di Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif - SINTA 2.
Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Doubleday.
Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Piliang, Y. A. (2012). Budaya populer sebagai komunikasi: Dinamika identitas, konsumsi, dan gaya hidup. Penerbit Jalasutra.
Rizal, M. (2019). Identitas sosial dan media sosial: Studi kasus pada remaja di Jakarta. Jurnal Psikologi Sosial Universitas Indonesia.
Sindhunata, A. (2020). Generasi Z: Karakteristik, gaya hidup, dan tantangan di era digital. Grasindo.
Soekanto, S. (1995). Sosiologi Suatu Pengantar (3 ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Stets, J. E., & Burke, P. J. (2000). Identity theory and social identity theory. Social Psychology Quarterly, 63(3), 224–237.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV.
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1986). The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. In S. Worchel & W. G. Austin (Eds.), Psychology of Intergroup Relations. Nelson-Hall.
Widiyanti, R. (2020). The dynamics of social identity in online communities: Implications for adolescents' identity formation. Jurnal Sosiologi Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Masyarakat Digital

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.