PERENCANAAN PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA ASIMIRO, KECAMATAN LOLODA UTARA, KABUPATEN HALMAHERA UTARA

Penulis

  • Immanuella N. Rambing Universitas Negeri Manado Penulis
  • Rocky F Roring Universitas Negeri Manado Penulis
  • Toar U. Y. Pangkey Universitas Negeri Manado Penulis

DOI:

https://doi.org/10.64924/xj0dd377

Kata Kunci:

Air Bersih, Proyeksi Penduduk, Reservoir, Jaringan EPANET 2.2, Desa Asimiro

Abstrak

Ketersedian air bersih di Desa Asimiro saat ini masih menghadapi kendala disribusi yang tidak merata dan keterbatasan infrastruktur penampungan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun 2039. Metode penelitian mencakup studi lapangan untuk mengukur debit sumber air, proyeksi penduduk menggunakan metode geometrik, serta simulasi hidrolika jaringan perpipaan dengan perangkat lunak EPANET 2.2. Hasil penelitian menunjukan ketersediaan debit Mata Air Tuada sebesar 1,65 liter/detik, yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air total tahun 2039 sebesar 0,603 liter/detik. Perencanaan ini merekomendasikan pembangunan reservoir berkapasitas 214 m3 untuk mengatasi fluktuasi harian dan menjamin kontinuitas layanan. Simpulan penelitian menyatakan bahwa rancangan teknis ini mampu mendistribusikan air secara merata dan efisien ke seluruh wilayah desa secara berkelanjutan.

Referensi

Ablullah, M., Rahman, A., & Yusuf , S.(2019). Analisis ketersediaan air berbasis iklim diwilayah tropis. Jurnal Sumber Daya Air, 15 (1), 23-31.

Abdussalam, A., & Latif, A. (2018). Peran air bersih terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 85-92.

Asmandi, Khayan, & Kasjono, H. S. (2011). Teknologi penglahan air bersih. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Aziza, N., Pratiwi, R., & Lestari, D. (2020). Hubungan kulaitas air bersih dengan kesehatan masyarakat pedesaaan. Jurbal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 45-53.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Utara. (2023). Kabupaten Halmahera Utara dalam angka 2023. Tobelo:BPS Kabupaten Halmahera Utara.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Utara. (2025). Data kependudukan Kecamatan Loloda Utara. Tobelo: BPS Kabupaten Halmahera Utara.

Badan Pusat Statistik. (2020). Metode proyeksi penduduk indonesia. Jakarta: BPS

Chandra, B. (2012). Pengantar kesehatan lingkungan. Jakarta: EGC

Direktorat Jendral Cipta Karya. (1996). Kriteria perencanaan sistem penyediaan air bersih. Jakarta:

Departemen Pekerjaan Umum.

Direktorat Jendral Cipta Karya. (2020). Pedoman perencanaan teknis sisteme penyediaan air minum (SPAM) pedesaa. Jakarta: Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Gustave, I. P. (2014). Analisis hidrolika aliran dalam pipa. Denpasar: universitas Udayana.

Intansari, D. W. A., & Sustono, A. (2022). Perencanaan sistem penyediaan air bersih dengan treatment di Desa

Sidogede Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen dalam program pamsimas III 2021. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi,4(2), 150-160.

Kalensun, H. (2016). Perencanaan sistem penyediaan air bersih. Manado: Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene saniitasi. Jakarta:Kemenkes RI.

Musrifin,Hajia, M.C., & Yulqiaddin, A. (2022). Perencanaan sistem penyediaan air bersih Desa Lasori Kecamatan Mawasangka Timur Kab. Buton Tengah. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JITSI), 2(1), 56-61

Nugro, H., Suryani, T., & Widodo, A. (2008). Ketersediaan air bersih dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Jurnal Teknik Lingkungan,9(2), 101-109.

Nomleni, K. R., Messakh, J.J., & Edyan, R. (2023) pengembangan sistem penyediaan air bersih berkelanjutan di Desa Pisau Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan, ISSN 2747-0512.

Pedoman Teknis Air Bersih IKK Pedesaan. (1990). Petunjuk perencanaan dan pelaksanaan. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum.

Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaaan. (2006). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Rosman.(2000). EPANET 2.0 user manual.

Cincinnati: U.S. Environmental Protection Agency.

Standar Nasional Indonesia. (2002). SNI 19-

1- 2003 tentang penyusunan neraca sumber daya air. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Stndar Nasional Indonesi. (2005). SNI 03- 7065-2005 tentang tata cara Sidogede Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen dalam program pamsimas III 2021. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi,4(2), 150-160.

Kalensun, H. (2016). Perencanaan sistem penyediaan air bersih. Manado: Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene saniitasi. Jakarta:Kemenkes RI.

Musrifin,Hajia, M.C., & Yulqiaddin, A. (2022). Perencanaan sistem penyediaan air bersih Desa Lasori Kecamatan Mawasangka Timur Kab. Buton Tengah. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JITSI), 2(1), 56-61

Nugro, H., Suryani, T., & Widodo, A. (2008). Ketersediaan air bersih dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Jurnal Teknik Lingkungan,9(2), 101-109.

Nomleni, K. R., Messakh, J.J., & Edyan, R. (2023) pengembangan sistem penyediaan air bersih berkelanjutan di Desa Pisau Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan, ISSN 2747-0512.

Pedoman Teknis Air Bersih IKK Pedesaan. (1990). Petunjuk perencanaan dan pelaksanaan. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum.

Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaaan. (2006). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Rosman.(2000). EPANET 2.0 user manual. Cincinnati: U.S. Environmental Protection Agency.

Standar Nasional Indonesia. (2002). SNI 19-

1- 2003 tentang penyusunan neraca sumber daya air. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Stndar Nasional Indonesi. (2005). SNI 03- 7065-2005 tentang tata cara perencanaan sistem plambing. Jakart: Badan Stnadarsisiasii Nasional.

Tanudjaja, L. (2011). Perencanaan sistem penyediaan air berih pedesaan. Manado: Universitas Sam Ratulangi.

Todaro, M. P., &Smith,S.C. (2015). Economic development (12 th ed.). Boston: Pearson Education.

Triatmodjo, B. (2008). Hidrolika II. Yogyakarta: Beta Offset. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30